, ,

RS PKU Muhammadiyah Gamping Siap Tangani Penderita TBC RO

RS PKU Muhammadiyah Gamping Siap Tangani Penderita TBC RO

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Global Tuberculosis Report 2020 yang dirilis Badan Kesehatan Dunia WHO merilis, pada 2020 Indonesia berada di posisi kedua negara dengan kasus TBC terbesar di dunia. Posisi ini berada di bawah India.

Kondisi ini menjadi tantangan dalam memutus mata rantai penularan tuberkulosis. Sebab, teorinya satu orang penderita TBC bisa menularkan kepada 10-15 orang di sekitarnya
TBC RO b

Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan Triple Burden TB dimana negara ini masuk dalam sepuluh besar negara di dunia dengan jumlah (absolut) kasus TB , kasus TB-HIV, dan kasus TB Resistensi Obat yang tertinggi.

Persoalan TBC RO menjadi topik dalam acara Mini Lokakarya menjelang Peresmian Layanan TBC RO di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.

Menghadirkan narasumber anatara lain ahli penyakit paru PKU Muhammadiyah Gamping dr. Ardorisye Saptati Fornia, M.Kes, Sp.P, Direktur PKU Muhammadiyah Gamping dr. H. Ahmad Faesol Sp.Rad., M.Kes., MMR, ahli dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P ) Dinas Kesehatan DIY. Serta salahsatu mantan pasien yang telah sembuh dari TB RO.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama USAID dengan MPKU. Acara ini sekaligus memperingati Hari Tuberculossis (TBC) sedunia.

Sementara itu peresmian Layanan Poli TBC Resisten Obat RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, ditandai pengguntingan pita oleh H Budi setiyawan ST dari Badan Pelaksanan Harian (BPH) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Dengan didampingi oleh Direktur Utama PKU Muhamadiyah Gamping, Sleman dr. H. Ahmad Faesol Sp.Rad., M.Kes. , MMR.

Kegiatan ini dilakukan secara semi virtual, dengan dihadiri antara lain pejabat Kemenkes RI, Dinkes Propinsi DIY, Dinkes Kabupaten Sleman, serta para tamu undangan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P ) Dinas Kesehatan DIY, drh. Berty Murtiningsih, M.Kes secara daring. Mengaku bangga, dengan peresmian yg sudah disipkan bersama-sama sejak beberapa waktu lalu. Ia sebut sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/350/2017 tentang Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Pelaksanan Layanan Tuberkulosis Resistan Obat.

Saat ini di DIY tengah disiapkan 8 RS yang ditunjuk sebagai layanan TB RO. Dari jumlah tersebut, hingga saat ini baru ada 2 RS yang menjalankan, dan yang optimal baru RSUP DR Sardjito.

Untuk itu Dinkes DIY berharap. Dengan adanya layanan TBC RO di RS PKU Muhammadiyah Gamping, bisa menambah pelayanan, meningkatkan kualitas pelayanan. Serta menambah jumlah rumah Sakit di DIY yang siap menangani pasien TBC RO.

Apalagi adanya Covid-19  juga sangat berhubungan dengan layanan TB RO. Dimana TBC juga menjadi penyakit komorbid Covid-19.

Sehingga keberadaan pasien yang dirujuk kerap jadi permasalahan. Keterlambatan penanganan pasien tentunya akan berdampak pada penurunan angka keberhasilan penanganan.

TBC RO

Tentunya Dinkes DIY, tegas Berty mengapresiasi adanya layanan tersebut.  Dan berharap dapat mendorong keberhasilan program penanggulangan TB di DIY.

“Peringatan hari TBC kali ini bertemakan setiap detik berharga selamatkan bangsa dari TBC. Dengan tema ini tentu sangat tepat. Untuk bersama-sama memulai pelayanan TB RO di RS PKU Muhamadiyah Gamping,” jelas Berty saat membacakan sambutan Kadinkes DIY.(*)

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/336515/rs-pku-muhammadiyah-gamping-siap-tangani-penderita-tbc-ro

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.